dengan namaMu aku menulis..

...'dan orang-orang yang berjihad untuk mencari redha Kami, Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami dan sungguh Allah berserta orang-orang yang berbuat baik'..-al ankabut: 69

Wednesday, 17 October 2012

Kamu Adik-Adik ku,,


Wahai adik-adik ku kesayangan Allah….
Ketahuilah dunia ini hanyalah pinjaman yang seluruh isinya tidaklah punya harga walau sekecil hama. Tulisan ini juga bukanlah tanda yg diri ini baik dari kalian, cuma hati ini semakin lama semakin ditebak rasa bersalah kerana hanya bersikap membisu dalam membetulkan apa yang dipersoalkan depan mata.
Sahabat dan adikku,
Sebagai seorang wanita yang di angkat martabatnya tinggi dengan kedatangan Islam, janganlah kalian meletakkan diri kalian sendiri dalam lembah kehinaan dan kejahilan. Janganlah kalian letakkan maruah kalian lebih rendah sedangkan telah Allah jaga.Peliharalah aib mu sebaiknya, tutuplah dengan sempurna. Jika kalian mengerti aurat itu adalah aib yakni kecacatan, tidaklah kalian tayangkan untuk tontonan mata2 lelaki yang bukan halal bagimu. Sarungkan lah stoking kalian dengan sempurna. Kerana kaki itu salah satu aib yang wajib kita tutupi. Jangan lah kiranya aktiviti kokurikulum itu menjadi lessen bagi kalian tidak memakainya. Tidakkah kalian fikir bagaiman perasaan Rasulullah s.a.w,  kalian mempersendakan agama Islam yang disampaikn baginda?? Pakailah sarung tangan ketika kalian keluar dari kediaman kalian. Sangat sedih ku lihat kalian dengan mudahnya mendedahkan lengan kalian di café, anjung, mahupun di kelas, seterusnya membuat mata2  lelaki sering menjeling kearahmu.
Tidakkah kalian tahu hikmah Allah perintahkan kita tutup aib2 itu atas sebab setiap inci tubuh kalian dapat dibaca keadaan diri kalian dari dalam???                Labuhkanlah tudung kalian sesempurnanya. Kerana tudung labuh itu bukan lah undang2 dari Kipsas tapi melabuhkn tudung hingga menutupi dada itu satu ketetapan yang diwajibkan bagi kita yang bergelar wanita.. tidakku mahu antara kita kelak malah diri ini sendiri kelak menghuni neraka Allah yang azabnya tidak terperi sakitnya hanya sebab aib kita tidak ditutup dengan sempurna.
Duhai Adik2 dan sahabatku fillah,
Apalah yang terjadi pada kita kini?... apa lah nilainya iman kita kini?...bila hukum Allah kita ringan2 kan.. bila yang HARAM kita halalkan,,?? Telah bicara Rasulullah s.a.w lebih 1000 tahun  lalu, yang kita yakini dengan kalimat, AKU BERIMAN KEPADA RASUL, bermakna kita beriktiqad untuk mengikut wasilah baginda hingga keakhirnya., bahawa ‘JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA, kerana ia adalah jalan kepada perkara BURUK LAGI KEJI’……
Tidakkah kalian tahu bahawa cinta itu telah Allah ciptakan sebagai satu nikmat yang indah bagi yang memeliharanya namun satu bala bagi yang mencemarinya..?? kenapalah diri kita kini dengan mudahnya mencipta kenikmatan baru yang bersandarkan nafsu dengan mewujudkan cinta jijik yang dinamakan dengan ‘COUPLE ISLAMIK’??.. Tidakkah kalian malu dengan Allah, dengan menggunakan agamaNya bagi menghalalkan satu perhubungan yang HARAM..??? cinta itu fitrah, maka berbaliklah kepada fitrah bagaimana untuk menjaganya.
Sangat kecewa diri ini, bila melihatkan kalian terlibat terlalu dalam sehingga si lelaki bertindak sebagai suami tak sah bagi kalian yang mengatur segala kehidupan kalian. Tolonglah..ku merayu. !!Maruah kita bukan Allah jadikan SEMURAH ITU!  Perbaikilah iman kalian dengan pasakkan dengan teguh keyakinan kalian bahawa telah Allah takdirkan jodoh untuk kalian. Tak perlulah kalian mencari2 nya dengan bercinta sakan, kerana yang terlompat kegembiraan hanyalah syaitan laknatullah apabila semakin ramai mengikut jalannya, iaitu DERHAKA KEPADA ALLAH S.W.T…..
Duhai adik dan sahabat yang sentiasa Allah rahmati dengan kasih sayangNya,  
Rendahkan lah suaramu, namun jangan dilunakkan.. sangat terluka hati ini, bila terlihat kalian bergurau senda dengan rakan lelaki sekelas kalian dengan mesranya. Kita ini bukanlah budak tadika yang belum baligh, yang masih main ‘pondok2’ di depan rumah, tetapi kita semua adalah da’ie matang yang punya nafsu yang perlu dipelihara sebaiknya, dan hanya satu caranya iaitu, TAAT KEPADA ALLAH S.W.T…
Ku harap kalian buanglah jauh2 pendapat,’ alah..akak2 senior boleh buat, kenapa kitorang tak boleh..??’
Ketahuilah itu lah suntikan halus dari syaitan untuk kalian mempersoalkan hukum Allah. Ingatlah, untuk jadi baik, usahanya pada kita, bukan orang lain. Pilihan kita untuk meletakkan orang baik atau orang kurang baik untuk jadi model ikutan kita. Jika impian kita menggali ilmu di bumi KIPSAS ini untuk berubah, maka, berusahalah kearah itu. KITA SEMEMANGNYA INSAN YANG TIDAK SEMPURNA, TAPI  USAHALAH UNTUK JADI SESEMPURNA INSAN.. caranya? IKUTILAH ISLAM YANG DALAMNYA AL QURAN DAN SUNNAH. Ikutilah keseluruhannya, dan janganlah kalian ambil dengan separuh2 mengikut nafsumu…
Ku doa kalian juga diri ini, terus berjalan diatas landasan islam yang syumul, keluarlah dari jalan lurus tapi dipenuhi najis di kaki kalian. Maafkan diri ini, yang terlalu kerdil jika dibandingkan dengan kalian. Diri ini adalah hambaNya yang hina yang bukan siapa2, DIA lah yang membuatkan diri ini dikenali juga mengenali. Moga kita bersama2 dalam satu saff Umul Mukminin bernama wanita solehah yang dicintai Rasulullah dan dirahmati oleh Allah…

................................................................................................................................................................
(tulisan ini adalah satu rasa hati yang tak terluah,,moga ada kekuatan untuk siar kan untuk tatapan adik2 di sini,,,)_

Monday, 15 October 2012

syukur ku di mana?

Hari demi hari membuatku berharga dengan pemberian sederhana dan agung
Yang Kau berikan padaku tanpa diminta
Langit ini dan cahaya, tubuh ini dan pikiran
Menyelamatkanku dari bahaya akan gairah yang berlebihan...


Aku adalah seseorang dengan keterbatasan yang terkadang tak cukup berbesar hati untuk berterima kasih dalam memaknai pemberian itu.
Entah berapa banyak keluhan yang keluar dari bibirku ketika aku menemui ketidaknyamanan dalam hidup.
Betapa sering aku menilai kehidupan ini tidak adil, ketika mendapati diriku tidak sebahagia orang lain.
Tapi melalui satu syair itu aku seolah diingatkan kembali, bahwa kehidupan memberikan suatu nilai yang lebih esensial dari sekedar bahagia dan tidak bahagia.

Bahwa kehidupan itu adalah karunia dari Yang Maha Cinta.

Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk cinta yang Dia berikan melalui udara yang kuhirup?
Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk merasakan kasihNya melalui kehangatan matahari, dan menikmati hujan sesekali?
Sudahkah aku menyisihkan sedikit dari sekian banyak waktu yang dianugerahkan, untuk sekedar mengucapkan “Terimakasih, telah membuat jantungku berdetak dalam cinta-Mu” ?

Nafasku akan berhenti
Dengan kata perpisahan ini:
“Seberapa banyak aku telah cintai?”


.....................................................................................