Yang Kau berikan padaku tanpa diminta
Langit ini dan cahaya, tubuh ini dan pikiran
Menyelamatkanku dari bahaya akan gairah yang berlebihan...
Aku adalah seseorang dengan keterbatasan yang terkadang tak cukup berbesar hati untuk berterima kasih dalam memaknai pemberian itu.
Entah berapa banyak keluhan yang keluar dari bibirku ketika aku menemui ketidaknyamanan dalam hidup.
Betapa sering aku menilai kehidupan ini tidak adil, ketika mendapati diriku tidak sebahagia orang lain.
Tapi melalui satu syair itu aku seolah diingatkan kembali, bahwa kehidupan memberikan suatu nilai yang lebih esensial dari sekedar bahagia dan tidak bahagia.
Bahwa kehidupan itu adalah karunia dari Yang Maha Cinta.
Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk cinta yang Dia berikan melalui udara yang kuhirup?
Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk merasakan kasihNya melalui kehangatan matahari, dan menikmati hujan sesekali?
Sudahkah aku menyisihkan sedikit dari sekian banyak waktu yang dianugerahkan, untuk sekedar mengucapkan “Terimakasih, telah membuat jantungku berdetak dalam cinta-Mu” ?
Nafasku akan berhenti
Dengan kata perpisahan ini:
“Seberapa banyak aku telah cintai?”
Entah berapa banyak keluhan yang keluar dari bibirku ketika aku menemui ketidaknyamanan dalam hidup.
Betapa sering aku menilai kehidupan ini tidak adil, ketika mendapati diriku tidak sebahagia orang lain.
Tapi melalui satu syair itu aku seolah diingatkan kembali, bahwa kehidupan memberikan suatu nilai yang lebih esensial dari sekedar bahagia dan tidak bahagia.
Bahwa kehidupan itu adalah karunia dari Yang Maha Cinta.
Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk cinta yang Dia berikan melalui udara yang kuhirup?
Berapa banyak aku telah berterimakasih untuk merasakan kasihNya melalui kehangatan matahari, dan menikmati hujan sesekali?
Sudahkah aku menyisihkan sedikit dari sekian banyak waktu yang dianugerahkan, untuk sekedar mengucapkan “Terimakasih, telah membuat jantungku berdetak dalam cinta-Mu” ?
Nafasku akan berhenti
Dengan kata perpisahan ini:
“Seberapa banyak aku telah cintai?”
.....................................................................................
No comments:
Post a Comment